FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOSUNGGU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

[EKA PUTRI HASRINDAH], [E.P.H] and [S1 Keperawatan], [2025 FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOSUNGGU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of EKA PUTRI HASRINDAH_A.21.13.078.pdf] Text
EKA PUTRI HASRINDAH_A.21.13.078.pdf

Download (2MB)

Abstract

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bontosunggu Kabupaten Kepulauan selayar Eka Putri Hasrindah1, Asri2, Suswani 3

Latar Belakang : Secara global, angka populasi lansia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Diperkirakan pada tahun 2030, satu dari enam orang di dunia akan berusia 60 tahun atau lebih. Pada tahun 2020, jumlah penduduk yang berusia di atas 60 tahun mencapai 1 miliar, dan angka ini meningkat menjadi 1,4 miliar pada tahun 2022. Memasuki tahun 2050, diproyeksikan bahwa populasi dunia yang berusia 60 tahun ke atas akan berlipat ganda menjadi 2,1 miliarLansia (≥60 tahun) mengalami peningkatan signifikan secara global dan nasional, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar (203)lansia di wilayah Puskesmas Bontosunggu). Prevelensi gangguan tidur pada lansia mencapai 67 %, dengan dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Berdasarkan observasi klinis, mayoritas lansia di wilayah ini mengeluhkan kesulitan tidur, sering terbangun malam hari, dan kelelahan di siang hari
Tujuan : Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur paada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bontosunggu Kabupaten Kepulauan Selayar Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross-sectional. Besar sampel adalah 60 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square..
Hasil Penelitian : Berdasarkan uji Chi-Square, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara hipertensi (p=0,050), stress emosional (p=0,050), dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan kualitas tidur pada lansia. Proporsi lansia dengan kualitas tidur buruk lebih tinggi pada kelompok hipertensi (79,3%), stress sedang-berat (58,3%), dan aktivitas fisik rendah (58,3%)
Kesimpulan : Ada hubungan antara hipertensi, stress emosional, dan aktivitas fisik dengan
kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja puskesmas Bontosunggu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saran : Disarankan memberikan edukasi mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur lansia
Kata Kunci : Kualitas tidur, Lansia, Hipertensi, Stress emosional, Aktivitas fisik

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 09 Mar 2026 02:17
Last Modified: 09 Mar 2026 02:39
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/266

Actions (login required)

View Item
View Item