HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN SPEECH DELAY PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOBANGUN

[SHERLI SRIANI], [S.S] and [S1 Keperawatan], [2025 HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN SPEECH DELAY PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOBANGUN. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of SHERLI SRIANI_ A.21.13.055.pdf] Text
SHERLI SRIANI_ A.21.13.055.pdf

Download (3MB)

Abstract

Hubungan Kejadian Stunting Dengan Speech Delay Pada Anak Usia 24-60 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonto Bahari, Sherli S’rani¹, Tamrin², Haryanti Harli³

Latar Belakang : Stunting masih merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan anak baik pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak. Dampak ini tidak hanya berpengaruh pada kehidupan anak itu sendiri tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, serta memerlukan keterlibatan lintas program. Berdasarkan data wilayah kerja Puskesmas Bontobahari angka kejadian stunting cukup tinggi, disertai adanya keterlambatan bicara (speech delay) pada anak. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti hubungan kejadian stunting dengan speech delay.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian stunting dengan speech delay pada anak usia 24-60 bulan.
Metode : Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Dengan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi yang digunakan untuk mengukur kejadian stunting dan speech delay. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bontobahari yang berjumlah 1.215 anak. Sampel penelitian ini sebanyak 93 anak yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 93 responden, sebanyak 41 anak mengalami stunting (44,1%) dan 52 anak tidak stunting (55,9%). Anak yang mengalami speech delay sebanyak 38 anak (40,9%) dan yang tidak mengalami speech delay sebanyak 55 anak (59,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 < α (0,05) yang berarti ada hubungan antara kejadian stunting dengan speech delay pada anak usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bontobahari.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara kejadian stunting dengan speech delay pada anak usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bontobahari. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya pencegahan stunting melalui penyuluhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pemberian makanan bergizi seimbang.

Kata kunci : Stunting, speech delay, Anak usia 24-60 bulan

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 11 Feb 2026 07:46
Last Modified: 11 Feb 2026 07:46
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/254

Actions (login required)

View Item
View Item