[RISTA SULTAN], [R.S] and [S1 Keperawatan], [2025 PENGARUH SENAM AEROBIK KOMBINASI DIET INTERMITTENT FASTING TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA INDIVIDU BERAT BADAN BERLEBIH DI WILAYAH KABUPATEN BULUKUMBA. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
RISTA SULTAN_A.21.13.050.pdf
Download (4MB)
Abstract
Pengaruh Senam Aerobik Kombinasi Diet Intermittent Fasting Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Individu Berat Badan Berlebih Di Wilayah Kabupaten Bulukumba.
Rista Sultan¹, Murryati², Edison Siringoringo³
Latar Belakang: Overweight dan obesitas menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Kabupaten Bulukumba. Kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Upaya untuk menurunkan berat badan dan mengontrol kadar glukosa darah antara lain melalui senam aerobik dan intermittent fasting yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi senam aerobik dan intermittent fasting terhadap kadar glukosa darah sewaktu.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group. Sampel penelitian adalah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi (senam aerobik + intermittent fasting) dan kelompok kontrol (senam aerobik saja). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Kadar glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat glukometer. Analisis data menggunakan uji t tidak berpasangan dan uji t berpasangan.
Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu pada kelompok intervensi sebelum intervensi adalah 145,47 mg/dL (SD 12,18) dan sesudah intervensi menjadi 124,53 mg/dL (SD 10,45), dengan p-value 0,0001. Pada kelompok kontrol, rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi adalah 144,87 mg/dL (SD 11,94) dan sesudah intervensi menjadi 138,60 mg/dL (SD 10,87), dengan p-value 0,002. Selisih rata-rata perubahan kadar glukosa darah antara kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p-value 0,001).
Kesimpulan dan Saran: Senam aerobik kombinasi intermittent fasting lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah sewaktu dibandingkan senam aerobik saja. Disarankan bagi individu dengan berat badan berlebih untuk mempertimbangkan kombinasi kedua intervensi ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Kata Kunci: Aerobik, Intermittent Fasting, Glukosa Darah, Overweight, Obesitas
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 07:08 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 07:08 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/249 |

