PENGARUH AKTIVITAS JALAN CEPAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA AWAL PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BONTOBANGUN

[NURLINDA JUSMAN], [N.J] and [S1 Keperawatan], [2025 PENGARUH AKTIVITAS JALAN CEPAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA AWAL PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BONTOBANGUN. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of NURLINDA JUSMAN_A.2.13.035.pdf] Text
NURLINDA JUSMAN_A.2.13.035.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pengaruh Aktivitas Jalan Cepat Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Lansia Awal Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Bontobangun; Nurlinda Jusman¹, Harerti², Asri³

Latar belakang : Diabetes melitus biasanya terjadi tanpa gejala sehingga disebut “silent killer” yang berdampak jangka panjang sehingga harus diupayakan karena merupakan masalah kesehatan dengan angka prevalensi yang tinggi. Berdasarkan hasil observasi di wilayah kerja Puskesmas Bontobangun pada bulan Januari 2019 sebanyak 98 orang, 58% diantaranya menderita diabetes melitus di mana penderita masih lansia awal yang sering mengeluh cepat lelah dan mudah haus. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Sulawesi Selatan menempati urutan ke-4 prevalensi diabetes melitus di Indonesia. Salah satu upaya untuk menurunkan kadar glukosa darah pada lansia awal penderita diabetes melitus di Puskesmas Bontobangun adalah dengan melakukan aktivitas jalan cepat.
Tujuan: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia awal penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bontobangun yang berjumlah 98 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 15 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan aktivitas jalan cepat kadar glukosa darah responden rata-rata adalah 216,67 mg/dl dan setelah dilakukan aktivitas jalan cepat rata-rata kadar glukosa darah responden adalah 187,33 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,001 < α = 0,05 yang berarti ada pengaruh aktivitas jalan cepat terhadap penurunan kadar glukosa darah pada lansia awal penderita diabetes melitus di Puskesmas Bontobangun.
Kesimpulan: Aktivitas jalan cepat selama 30 menit yang dilakukan 3 kali seminggu selama 1 bulan dan diimbangi dengan pola makan yang sehat dapat menurunkan kadar glukosa darah pada lansia awal penderita diabetes melitus. Peneliti menyarankan kepada penderita diabetes melitus untuk melakukan aktivitas jalan cepat secara rutin agar kadar glukosa darah tetap stabil dan terkontrol. Untuk masyarakat, disarankan untuk menjaga pola hidup sehat seperti jalan cepat secara teratur.

Kata Kunci : Aktivitas Jalan Cepat, Glukosa Darah

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 05 Feb 2026 06:48
Last Modified: 05 Feb 2026 06:48
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/239

Actions (login required)

View Item
View Item