[KISWA AFIRDA], [K.A] and [S1 Keperawatan], [2025 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMAN 12 BULUKUMBA. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
KISWA AFIRDA_A.21.13.029.pdf
Download (3MB)
Abstract
Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Metode Konvensional Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Pernikahan Dini di SMAN 12 Bulukumba, Kiswah Afrida, Asnawi AR.
Latar Belakang: Pernikahan dini merujuk pada pernikahan yang dilakukan oleh pasangan di bawah usia yang dianggap matang secara hukum dan sosial, biasanya di bawah usia 18 tahun. Sebelum mencapai kematangan fisik, mental, dan psikologis yang diperlukan untuk membangun rumah tangga. Adanya berbagai faktor yang mempengaruhi pernikahan dini, di antaranya adalah faktor ekonomi, pendidikan, dan budaya. Pernikahan dini di Kecamatan Kajang adalah salah satu budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Dampak dari pernikahan dini dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan dini di SMAN 12 Bulukumba.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 12 Bulukumba yang berjumlah 54 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang dampak pernikahan dini. Setelah diberikan edukasi kesehatan dengan metode konvensional, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini di SMAN 12 Bulukumba.
Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan metode konvensional efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini. Disarankan agar pihak sekolah dan tenaga kesehatan terus memberikan edukasi kesehatan secara rutin untuk mencegah terjadinya pernikahan dini.
Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Dampak Pernikahan Dini, Tingkat Pengetahuan Remaja
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 06:54 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/228 |

