PENGARUH PEMBERIAN FISIOTERAPI DADA DENGAN DIAGNOSIS BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA KASUS INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DIRUANG MAWAR I RSUD H.ANDI SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA TAHUN 2024

[RAHMAYANI], [RA] and [Profesi Ners], [2025] PENGARUH PEMBERIAN FISIOTERAPI DADA DENGAN DIAGNOSIS BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA KASUS INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DIRUANG MAWAR I RSUD H.ANDI SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA TAHUN 2024. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of RAHMAYANI_D.24.12.046.pdf] Text
RAHMAYANI_D.24.12.046.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Fisioterapi Dada Dengan Diagnosis Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Pada Anak Diruang Mawar I Rsud H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba Tahun 2024. Rahmayani1

Latar belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan andeksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura. Manifestasi yang muncul meliputi gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Penyakit ini memiliki potensi bahaya yang signifikan. Berdasarkan informasi yang telah disampaikan, penulis tertarik untuk mengimplementasikan metode pemberian fisioterapi dada dengan masalah bersihan
jalan napas tidak efektif pada anak yang menderita ISPA berusia 3-5 tahun. Pelaksanaan fisioterapi dada dapat dilakukan dalam 10-15 menit, dua kali dalam sehari setiap pagi sebelum makan.
Tujuan penelitian : Untuk memberikan asuhan keperawatan anak pada dengan penerapan terapi fisioterapi dada dapat mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak yang mengalami ISPA di RSUD H.Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif artinya suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif.
Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan pada pasien, setelah dilakukan implementasi selama 2 hari didapatkan hasil bahwa fisioterapi dada dapat memberi rangsangan batuk dan membantu pengeluaran sputum dan suara ronkhi terdengar samar pada pasien anak yang mengalami ISPA dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif.
Kesimpulan : Evaluasi keperawatan yang dilakukan selama 2 hari berturut-turut, didapatkan ada pengaruh pemberian terapi nonfarmakologis yaitu fisioterapi dada. Serta menambah informasi dan masukan bagi petugas kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan diharapkan juga akan memberikan manfaat kepada masyarakat dalam hal informasi tentang pentingnya Asuhan Keperawatan kepada Anak dalam pemberian terapi fisioterapi dada dengan Diagnosa ISPA di Rsud H.Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba.

Kata Kunci : Fisioterapi Dada, ISPA Pada Anak

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 26 Jan 2026 06:31
Last Modified: 26 Jan 2026 06:31
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/202

Actions (login required)

View Item
View Item