ANALISIS PEMBERIAN TERAPI PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING DALAM KONTEKS PERAWATAN KELUARGA DI DUSUN MALLENRENG DESA BARUGARIATTANG KECAMATAN BULUKUMPA TAHUN 2025

[RISNAWATI], [RI] and [Profesi Ners], [2025] ANALISIS PEMBERIAN TERAPI PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING DALAM KONTEKS PERAWATAN KELUARGA DI DUSUN MALLENRENG DESA BARUGARIATTANG KECAMATAN BULUKUMPA TAHUN 2025. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of RISNAWATI_D.24.12.054.pdf] Text
RISNAWATI_D.24.12.054.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pemberian Terapi Pijat Tuina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Stunting Dalam Konteks Perawatan Keluarga Di Dusun Mallenreng Desa Barugariattang. Risnawati¹, Safruddin².

Latar Belakang : Masa balita merupakan tahap penting dan masa kritis dalam proses pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik dan mental anak dimasa depan. Gizi buruk kronis dapat terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang adekuat dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Olleh karena itu, bagi anak yang mengalami kekurangan berat badan,terapi pijat tuina dapat menjadi salah satu alternative intervensi nonfarmakalogis yang bermanfaat. Pijat tuina mampu memperbaiki sirkulasi darah pada system pencernaan, merangsang nafsu makan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, serta membantu memenuhi kebutuhan gizi anak secara lebih optimal.
Tujuan Penelitian : Mampu melaksanakan Pemberian Terapi Pijat Tuina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Stunting Dalam Konteks Perawatan Keluarga Di Dusun Mallenreng Desa Barugariattang.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Dalam penelitian analisis deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan berfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati, dan dianalisis secara cermat sampai tuntas.
Hasil penelitian : evaluasi yang didapatkan dari An. E dengan diagnosis keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yang diberikan implementasi terapi pijat tuina selama 10-15 menit yang diberikan satu kali sehari selama 6 hari. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan nafsu makan dan peningkatan berat badan anak pada pasien stunting selama dilakukan terapi pijat tuina.
Dimana pada implementasi pertama berat badan anak yaitu 11 kg dengan frekuensi makan 1 x sehari sedangkan implementasi keenam Pada hari sabtu 28 Juni 2025 jam 11:15 Wita, setelah 6 hari berturut-turut diberikan terapi pijat Tuina,dilakukan pengukuran kembali, dimana berat bada klien 12,6 kg dan tinggi badan tetap 86,7 cm. terjadi peningkatan sebesar 1,6 kg dibadingkan sebelum terapi. Selain itu, berdasarkan pengamatan dan laporan keluarga, nafsu makan klien juga
mengalami peningkatan, frekuensi makan bertambah, dan klien tampak lebih aktif.
Kesimpulan dan Saran : setelah dilakukan tindakan keperawatan berupa terapi pijat tuina sebanyak 1 kali dalam sehari yang dilakukan selama 6 hari berturut-turut maka terjadi peningkatan nafsu makan dan berat badan meningkat.

Kata kunci : Stunting, Terapi Pijat Tuina, Balita

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 26 Jan 2026 07:23
Last Modified: 26 Jan 2026 07:42
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/200

Actions (login required)

View Item
View Item