TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN PRE OP APENDISITIS DI RSUD Prof. Dr. H. M. ANWAR MAKKATUTU BANTAENG

[AULIYA NASYA], [A.N] and [Profesi Ners], [2025] TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN PRE OP APENDISITIS DI RSUD Prof. Dr. H. M. ANWAR MAKKATUTU BANTAENG. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of AULIYA NASYA_D.24.12.008.pdf] Text
AULIYA NASYA_D.24.12.008.pdf

Download (1MB)

Abstract

Terapi Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Pre Op Apendisitis Di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu. Auliya Nasya1, Andi Nurlaela Amin2

Pendahuluan : Appendisitis merupakan peradangan pada apendiks (umbai cacing) yang berbahaya jika tidak ditangani dengan segera dimana dapat terjadi infeksi berat yang bisa menyebabkan pecahnya lumen usus yang dapat menyebabkan nyeri. Berbagai upaya dilakukan sebagai intervensi penanganan nyeri. Penanganan tersebut dapat berupa terapi farmakologi berupa pemberian obat-obatan penghilang nyeri atau menggunakan terapi non farmakologi yang biasa disebut juga terapi komplementer seperti teknik relaksasi napas dalam. Teknik relaksasi napas dalam yang dapat menurunkan intensitas nyeri karena teknik relaksasi nafas dalam dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan opioid endogen sehingga menurunkan persepsi nyeri.
Tujuan : Untuk mengetahui penerapan terapi relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien pre op apendisitis di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makatutu Bantaeng.
Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus
Hasil : Tn. S laki-laki berusia 39 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada perut sebelah kanan bawah tembus kebelakang. Kesadaran compos mentis, dengan tanda vital dalam batas normal dan skala nyeri 6. Ditetapkan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis.Intervensi yang dilakukan yaitu penilaian skala nyeri, dan pemberian terapi relaksasi napas dalam selama 10 menit, dua kali dalam sehari selama 3 hari berturut-turut. Setelah tiga hari, nyeri menurun secara bertahap dari skala 6 menjadi 2. Pasien merasa rileks dan nyaman setelah diberikan terapi relaksasi yang membantu mengurangi rasa nyeri.
Kesimpulan : Setelah dilakukan intervensi keperawatan berupa terapi relaksasi napas dalam selama 3 hari berturut-turut, nyeri yang dirasakan Tn. S pada perut sebelah kanan bagian bawah menunjukkan penurunan yang signifikan dari skala 6 (sedang) turun menjadi skala 2 (ringan). Terapi relaksasi napas dalam efektif dalam mengurangi nyeri dan memberikan rasa nyaman pada pasein.

Kata Kunci : Terapi relaksasi napas dalam, Nyeri, Pre Op Apendisitis.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 21 Jan 2026 07:18
Last Modified: 21 Jan 2026 07:18
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/190

Actions (login required)

View Item
View Item