[ANDI ARDIANSYAH HASBI], [A.A.H] and [Profesi Ners], [2025] EFEKTIVITAS TERAPI PSIKORELIGIUS DZIKIR PADA TN. A TERHADAP KEMAMPUAN MANDIRI MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG SAWIT RSKD DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
Andi Ardiansyah Hasbi_D.24.12.003.pdf
Download (1MB)
Abstract
Efektivitas Terapi Psikoreligius Dzikir Pada Tn.A Terhadap Kemampuan Mandiri Mengontrol Halusinasi Pedengaran Di Ruang Sawit RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Andi Ardiansyah Hasbi1, Nurlina2
Latar Belakang: Prevalensi gangguan jiwa di seluruh dunia menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2019, terdapat kurang 264 juta jiwa penderita depresi, 45 juta jiwa penderita bipolar, 50 juta jiwa penderita demensia, dan 20 juta jiwa penderita skizofrenia. Jika dilihat prevalensi skizofrenia relative lebih rendah dibanding dengan gangguan jiwa yang lainya berdasarkan National Institute of Mental Health (NIMH), skizofrenia merupakan salah satu dari 15 penyebab terbesar kecacatan di seluruh dunia, orang dengan skizofrenia memiliki kecenderungan lebih besar peningkatan resiko bunuh diri. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di RSKD DADI Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah pasien yan dirawat secara keseluruhan pada tahun 2022 sebanyak 4217 pasien, tahun 2023 adalah sebanyak 5374 pasien dan tahun 2024 sebanyak 5423 pasien sedangkan khusus di ruangan Sawit adalah sebanyak 2555 pasien. Ada beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari halusinasi pendengaran yaitu terjadinya perilaku kekerasan dan resiko bunuh diri. Adapun Solusi atau penatalaksanaan non farmakologis untuk mengatasi dampak yang mungkin muncul adalah dengan terapi psikoreligius dzikir.
Tujuan: Mampu melaksanakan terapi psikoreligius dzikir kepada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Studi kasus adalah rencana penelitian yang dirancang sedemikian rupa sehingga penelitian dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan sendiri.
Hasil penelitian: Berdasarkan analisa data didapatkan diagnosa halusinasi pendengaran, maka intervensi yang diberikan adalah terapi psikoreligius dzikir yang meliputi kalimat Istigfar yaitu mengucapkan Astagfirullah sebanyak 3x, Tasbih yaitu mengucapkan Subhanallah 3x, Takbir yaitu mengucapkan Allahuakbar 3x, dan Hawqalah yaitu La hawlawalaquwwataillabillah 3x. Terapi ini dilakukan selama 14 kali pertemuan dengan durasi 5 sampai 10 menit dan diulang setiap kali terjadi halusinasi, implementasi yang dilakukan selama 14 hari didapatkan bahwa klien sudah mampu mengontrol halusinasi secara mandiri.
Kesimpulan: Adapun kesimpulan yaitu sesuai dengan hasil yang didapatkan, bahwa pemberian terapi dzikir membuat Tn. A mampu mengontrol halusinasi pendengaran secara mandiri.
Kata Kunci: Halusinasi. Pendengaran, Terapi Dzikir
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 07:05 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 07:05 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/188 |

