[ENI ANGRIANI], [E.A] and [Profesi Ners], [2024] ASUHAN KEPERAWATAN POST SECTIO CAESAREA PADA NY.A DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DENGAN INTERVENSI TERAPI MOBILITAS DINI DI RSUD K.H HAYYUNG KEPULAUAN SELAYAR. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
ENI ANGRIANI_D.23.11.011.pdf
Download (615kB)
Abstract
Asuhan keperawatan pada Ny. A dengan masalah keperawatan Intoleransi Aktivitas Fisik dengan intervensi Terapi Gangguan Mobilitas Fisik di RSUD KH HAYYUNG. Eni angriani1, Fitriani2,Haerani3
Menurut RISKESDAS tahun 2018, jumlah persalinan dengan metode SC pada perempuan usia 20-54 tahun di Indonesia mencapai 17,6% dari keseluruhan jumlah persalinan. Terdapat pula beberapa gangguan/komplikasi persalinan pada perempuan usia 20-54 tahun di Indonesia mencapai 23,2% dengan rincian posisi janin melintang/sunsang sebesar 3,1%, perdarahan sebesar 2,4%, kejang sebesar 0,2%, ketuban pecah dini sebesar 5,6%, partus lama sebesar 4,3%, lilitan tali pusat sebesar 2,9%, plasenta previa sebesar 0,7%, plasenta tertinggal sebesar 0,8%, hipertensi sebesar 2,7%, dan lain-lainnya sebesar 4,6% (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2018).
Jenis penelitian ini adalah diskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Populasi penelitian adalah semua pasien yang mempunyai masalah dengan gangguan mobiliitas fisik.. Subjek dalam studi kasus adalah satu orang ibu nifas dengan gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD KH. Hayyung Kabupaten Selayar pada tanggal 14 Novemver 2022 – 16 November 2023.
Berdasarkan analisa data yaitu pengkajian dilakukan pada klien post section caesarea dengan diagnosa keperawatan yang muncul pada klien adalah ganguan mobilitas fisik. Prinsip intervensi keperawatan pada masalah gangguan mobilitas adalah dukungan mobilisasi pada klien sehingga mobilitas fisik pada klien meningkat. Implementasi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik yaitu memonitor tanda-tanda vital, memonitor nyeri, memotivasi mobilisasi dini 6 jam, mengajarkan latihan ekstremitas dan perubahan posisi.
Adapun kesimpulan yaitu hasil evaluasi dari responden yaitu terjadi peningkatan pada mobilitas fisik pada responden setelah di lakukan implementasi selama 3x kunjungan, sehingga masalah gangguan mobilitas teratasi. Diharapkan kepada institusi pendidikan untuk mengembangkan ilmu kesehatan keperawatan maternitas kepada peserta didik yaitu gangguan mobilitas fisik guna mengurangi masalah gangguan mobilitas fisik .
Kata Kunci : Intoleransi Aktifitas, Terapi Mobilitas Fisik
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 08:04 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:04 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/390 |

