[NUR WIYATA IRNA ZUBAIR], [N.W.I] and [Profesi Ners], [2025] ANALISIS PENERAPAN TERAPI OKUPASI PADA Tn. M TERHADAP HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG KENARI RSKD DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
NUR WIYATA IRNA ZUBAIR_ D.24.12.037.pdf
Download (1MB)
Abstract
Analisis Penerapan Terapi Okupasi Pada Tn. M Terhadap Halusinasi Pendengaran Di Ruang Kenari Rskd Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Wiyata1, Fatmawati2.
Latar Belakang: Gangguan jiwa, khususnya skizofrenia dengan gejala halusinasi pendengaran, merupakan tantangan serius dalam dunia keperawatan jiwa. Halusinasi pendengaran, yang terjadi pada sekitar 70% penderita skizofrenia, merupakan bentuk gangguan persepsi yang paling umum. Menurut WHO (2019), terdapat lebih dari 20 juta penderita skizofrenia secara global. Di Indonesia, prevalensi rumah tangga dengan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa mencapai 3%, dengan angka di Sulawesi Selatan sebesar 3,1% atau sekitar 9.483 orang pada tahun 2023. Terapi okupasi merupakan salah satu pendekatan non- farmakologis yang efektif dalam menangani gangguan persepsi sensori tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi, khususnya aktivitas menggambar, pada Tn. M sebagai upaya pengendalian halusinasi pendengaran.
Metode penelitian: studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien laki-laki berusia 53 tahun yang mengalami halusinasi pendengaran dan dirawat di Ruang Kenari RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Intervensi dilakukan melalui strategi pelaksanaan SP1 hingga SP4, serta pemberian terapi okupasi menggambar selama 21 hari.
Hasil penelitian: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Tn. M mampu mengenali halusinasinya, mengontrol gejala melalui strategi yang diajarkan, serta menunjukkan peningkatan dalam aktivitas mandiri dan sosial. Terapi okupasi menggambar terbukti membantu mengalihkan fokus pasien dari halusinasi, menurunkan frekuensi dan intensitas gejala, serta meningkatkan keterampilan koping dan fungsi okupasional secara keseluruhan.
Kesimpulan: Ada kesimpulan yaitu sesuai dengan hasil yang didapatkan, bahwa pemberian Terapi Okupasi membuat Tn. M mampu mengontrol halusinasi pendengaran secara mandiri. Hal tersebut sejalan dengan jurnal jurnal terkait.
Kata Kunci: halusinasi pendengaran, terapi okupasi, keperawatan jiwa
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 06 May 2026 06:03 |
| Last Modified: | 06 May 2026 06:03 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/339 |

