[FAHRUL AENAL YAQIN], [F.A.Y] and [Profesi Ners], [2025] ANALISIS PERAWATAN LUKA TEKNIK BALUTAN WET-DRY DENGAN DIAGNOSA GANGGUAN INTEGRITAS KULIT/JARINGAN BERHUBUNGAN DENGAN NEUROPATI PERIFER PADA KASUS POST OPERASI ULKUS DIABETIK DI RUANGAN EREMERASA RSUD PROF. H. M. ANWAR MAKKATUTU BANTAENG. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)
FAHRUL AENAL YAQIN_D.24.12.013.pdf
Download (1MB)
Abstract
Analisis Perawatan Luka Teknik Balutan Wet-Dry Dengan Diagnosa Gangguan Integritas Kulit/Jaringan Berhubungan Dengan Neuropati Perifer Pada Kasus Post Operasi Ulkus Diabetik Diruangan Eremerasa Rsud Prof. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Fahrul Aenal Yaqin1. Nadia Alfira2
Latar belakang: Menurut data-data dunia yaitu world health organization WHO (2020) melaporkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus meningkat dari 108 menjadi 422 juta yang diperkirakan 1,6 juta. Menurut Riskesdas (2018), provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2018 dimana terdapat 148.311 kasus penderita diabetes mellitus. Berdasarkan hasil pengambilan data awal dari Rumah Sakit Prof H M Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng terdapat sekitar 4 pasien pada tahun 2021, mengalami penurunan pada tahun 2022 sebanyak 0 pasien, kemudian meningkat menjadi 263 pasien pada tahun 2023 dan terjadi peningkatan lagi. Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.
Tujuan: Untuk menganalisis pemberian intervensi perawatan luka teknik balutan wet-dry dengan diagnosa gangguan integritas kulit/jaringan pada kasus post operasi ulkus diabetik
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Studi kasus adalah recana peneltian yang dirancang sedemikian rupa sehingga penelitian dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan peneliti.
Hasil penelitian Berdasarkan analisa data didapatkan diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan, Maka intervensi yang diberikan yaitu perawatan luka (Dengan teknik balutan wetdry), implementasi dilakukan selama 3 hari didapatkan masalah luka pada kaki teratasi sebagian dengan perawatan luka pasien sebelum dilakukan intervensi adalah luka tampak berwarna hitam, merah dan terlihat ada nanah kemudian setelah dilakukan intervensi luka yang berwarna hitam sudah hilang, dan sudah nampak berwarna merah cerah dan nanah sudah agak berkurang dan tampak agak bersih dan ada perubahan dari sebelumnya dengan TTV : TD : 130/70 mmHg, HR : 92 x/i, RR : 20x/i, T : 36,8°C.
Kesimpulan dan saran: Adapun kesimpulan yaitu sesuai dengan hasil yang di dapatkan, bahwa perawatan luka dengan teknik balutan wet-dry terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Bagi institusi pelayanan dan profesi keperawatan diharapkan dapat diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan terutama pada pasien dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan.
Kata Kunci : Teknik balutan Wet-Dry, Gangguan integritas Kulit/Jaringan, Ulkus diabetik.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:26 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/320 |

