GAMBARAN SEDIMEN URINE ORGANIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BONTORAJA KABUPATEN BULUKUMBA

[FITRIANI], [FI] and [Teknologi Laboratorium Medis], [2025] GAMBARAN SEDIMEN URINE ORGANIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BONTORAJA KABUPATEN BULUKUMBA. Jurnal TLM Blood Smear. (In Press)

[thumbnail of FITRIANI_E.22.07.015.pdf] Text
FITRIANI_E.22.07.015.pdf

Download (3MB)

Abstract

GAMBARAN SEDIMEN URINE ORGANIK PADA PENDERITA DIABATES MELITUS TIPE II DI DESA BONTORAJA KABUPATEN BULUKUMBA
Fitriani1 , A.R Pratiwi Hasanuddin2 , Dzikra Arwie3

Latar Belakang:Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan suatu kondisi gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), akibat resistensi terhadap insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi. Hiperglikemia yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu berbagai komplikasi, termasuk kerusakan ginjal (nefropati diabetik). Salah satu indikator awal dari komplikasi ini dapat diketahui melalui analisis sedimen urin organik, seperti keberadaanleukosit, eritrosit, dan sel epitel. Oleh karena itu, pemeriksaan sedimen urin menjadi metode yang sederhana namun penting untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi ginjal pada pasien DM.
Metode: Pada Penelitian ini menggunakan metode deskriptif numerik yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sedimen urin organik pada penderita DM tipe 2 yang berdomisili di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan total 30 responden. Pemeriksaan dilakukan secara mikroskopis di Laboratorium Mikrobiologi STIKES Panrita Husada Bulukumba, dengan menggunakan metode sentrifugasi diikuti dengan pengamatan di bawah mikroskop.
Hasil: Dari total 30 sampel urin, ditemukan 10 sampel (33,33%) menunjukkan jumlah leukosit yang tidak normal, 8 sampel (26,67%) mengalami kelainan jumlah eritrosit, dan 10 sampel (33,33%) menunjukkan jumlah epitel yang abnormal. Mayoritas responden berada pada rentang usia 45–59 tahun (50%) dan sebagian besar adalah perempuan (76,67%).
Kesimpulan: Sebagian besar responden menunjukkan hasil pemeriksaan sedimen urin organik dalam kisaran normal. Namun, proporsi yang menunjukkan abnormalitas pada leukosit, eritrosit, dan epitel dapat menjadi tanda awal adanya gangguan ginjal atau infeksi saluran kemi.Sehingga , pemeriksaan rutin terhadap sedimen urin organik disarankan sebagai langkah preventif dalam mendeteksi komplikasi akibat diabetes secara dini.

Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Sedimen Urin, Leukosit, Eritrosit,Epitel.

Item Type: Article
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 13 Apr 2026 04:06
Last Modified: 13 Apr 2026 04:06
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/298

Actions (login required)

View Item
View Item