ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. “F” USIA KEHAMILAN 38 MINGGU 4 HARI SAMPAI 6 MINGGU PASCA SALIN DIPUSKESMAS BONTOTIRO KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2025

[SRI AHRIANI TAHIR], [S.A.T] and [PROFESI BIDAN], [2025] ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. “F” USIA KEHAMILAN 38 MINGGU 4 HARI SAMPAI 6 MINGGU PASCA SALIN DIPUSKESMAS BONTOTIRO KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2025. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of SRI AHRIANI TAHIR_H.24.02.003.pdf] Text
SRI AHRIANI TAHIR_H.24.02.003.pdf

Download (1MB)

Abstract

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “F” Usia Kehamilan 38 Minggu 4 Hari Sampai 6 Minggu Pasca Salin Di Puskesmas Bontotiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Tahun 2025
Sri Ahriani Tahir1, Hj. Marwidah2

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan pentingnya penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC). Asuhan ini mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus hingga keluarga berencana (KB). Sayangnya, tidak semua ibu mendapatkan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkelanjutan, dan sesuai standar. Diharapkan dengan penerapan CoC, ibu dapat melalui setiap tahap dengan aman tanpa komplikasi. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan pelayanan CoC, tenaga kesehatan perlu memahami teori serta standar manajemen kebidanan dalam setiap tahap pelayanan. Penerapan CoC dilakukan pada Ny. “F” usia 25 tahun, GIIP1A0, mulai tanggal 15 hingga 23 Februari 2025. Pada kunjungan awal, ibu hamil dengan usia kehamilan 38 minggu 4 hari dalam kondisi normal. Persalinan berlangsung pada 19 Februari 2025 pukul 10.40 WITA dengan usia kehamilan 38 minggu 6 hari. Proses persalinan berjalan normal, bayi lahir spontan ditolong bidan, jenis kelamin Laki-laki, berat 2700 gram, panjang 47 cm, APGAR score 8/10, dan dilakukan IMD. Bayi menerima salep mata, vitamin K, dan imunisasi Hb0. Masa nifas dipantau satu kali pada 6 jam pertama, dengan kondisi laktasi, involusi, dan lochea dalam batas normal, meskipun ASI belum lancar dan ibu mengeluh nyeri perut. Kunjungan neonatus dilakukan satu kali, bayi dalam keadaan sehat. Pada akhir masa asuhan, ibu memutuskan untuk menjadi akseptor suntik dan akan membawa anaknya untuk imunisasi dasar saat kunjungan nifas keempat. Evaluasi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan berkelanjutan efektif dalam mendeteksi risiko serta meningkatkan kualitas pelayanan. Model CoC ini diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka AKI dan AKB di masa mendatang.

Kata kunci: Continuity of Care, asuhan kebidanan, AKI, AKB, Ny. F

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 07 Apr 2026 03:32
Last Modified: 07 Apr 2026 03:34
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/291

Actions (login required)

View Item
View Item