FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONRE

[SILVI APRILIANI], [S.A] and [S1 Keperawatan], [2025 FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONRE. Jurnal Kesehatan Panrita Husada. (In Press)

[thumbnail of SILVI APRILIANI_A.21.13.053.pdf] Text
SILVI APRILIANI_A.21.13.053.pdf

Download (3MB)

Abstract

Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre. Silvi Apriliani1
, Andi Suswani2, Asri3.

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita oleh masyarakat usia produktif dan lanjut usia. Berdasarkan World Health Organization (WHO), prevalensi hipertensi saat ini mencapai 22% dari total penduduk dunia, diperkirakan sebanyak 1,28
miliar orang dewasa usia 30–79 tahun menderita hipertensi, dengan dua pertiga di antaranya berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Asia Tenggara, prevalensi hipertensi mencapai 25%. Di Indonesia, hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi sebesar 25,8%,
meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018. Di Provinsi Sulawesi Selatan, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 7,2%. Sementara di Kabupaten Bulukumba, prevalensi mencapai 8,5%. Data Dinas Kesehatan, Puskesmas Ponre memiliki jumlah kasus tertinggi, yaitu 5.308 kasus. Faktor penyebab hipertensi dibagi menjadi faktor yang tidak dapat dikontrol (riwayat keluarga, jenis kelamin, usia) dan faktor yang dapat dikontrol (pola makan, obesitas, aktivitas
fisik, merokok, konsumsi alkohol dan kopi, kebiasaan tidur, stres)
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ponre Kabupaten Bulukumba.
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitin ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini merupakan penelitian dengan membandingkan kelompok kasus dengan kelompok kontrol untuk mengetahui proporsi kejadian berdasarkan riwayat ada tidaknya paparan.
Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square di dapatkan hasil nilai p=0,000 (p < 0,05) pada pola makan dan nilai OR = 0,098; 95% CI: 0,025 – 0,382 hal ini menunjukan bahwa pola makan juga memiliki resiko terhadap kejadian hipertensi. Pada kebiasaan merokok didapatkan nilai p=0,002 (p < 0,05) dan nilai OR = 0,059; 95% CI: 0,007 –0,516 hal ini menunjukan bahwa kebiasaan merokok juga memiliki resiko terhadap kejadian hipertensi. Pada konsumsi kopi didapatkan nilai p=0,000 (p < 0,05) dan nilai OR = 0,077; 95% CI: 0,019 – 0,313 hal ini menunjukan bahwa konsumsi kopi juga memiliki resiko terhadap kejadian hipertensi. Pada stress didapatkan nilai p=0,000 (p < 0,05) dan nilai OR = 0,042; 95% CI: 0,009 – 0,200. Hal ini menunjukan bahwa pola makan, kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan stress merupakan faktor risiko kejadian hipertensi.
Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Ponre.Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan desain longitudinal (kohort) agar dapat menggambarkan hubungan sebab-akibat secara lebih jelas antara faktor risiko dan kejadian hipertensi.

Kata Kunci: Pola Makan, Kebiasaan Merokok, Konsumsi Kopi, Stress, Hipertensi.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email ojs.server@stikespanritahusada.ac.id
Date Deposited: 01 Apr 2026 01:52
Last Modified: 01 Apr 2026 01:52
URI: http://repository.stikespanritahusada.ac.id/id/eprint/280

Actions (login required)

View Item
View Item